CILEGON, - Kondisi taman bermain anak di lingkungan kaserangan, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, tampak memprihatinkan.
Berdasarkan pantauan awak media, Alat permainan anak (mangkok putar) di taman tersebut terlihat patah dan banyak rerumputan tumbuh serta sampah rumput kering berserakan di lokasi.
Diketahui, Taman bermain anak tersebut dibangun menggunakan dana Salira Rp100 juta per RW sesuai prioritas yakni untuk membangun sarana lingkungan di tingkat RW oleh Pemerintah Kota Cilegon.
Taman bermain anak yang dibangun dengan anggaran dana Salira tersebut dibangun di atas Tanah milik perusahaan PT Krakatau Sarana Properti (KSP). Dimana sampai saat ini dari semenjak diresmikannya tempat tersebut pihak PT KSP belum mengeluarkan surat ijin resmi hanya baru sebatas ijin lisan.
Dikutip dari Faktabanten, Dimana saat Walikota Cilegon Helldy Agustian dalam peresmian taman bermain anak pada hari Selasa, (03/01/2023) tersebut berpesan kepada masyarakat sekitar agar menjaga fasilitas yang sudah dibangun serta anak-anak dapat memanfaatkan taman bermain sebagai sarana hiburan.
Saat dikonfirmasi, Lurah Rawa Arum, Saptuzi menyampaikan dimana sebelumnya alat permainan anak tersebut sebelumnya sudah pernah rusak dan ini kerusakan yang kedua kalinya.
"Iya ini sudah sempat di perbaiki, tapi patah lagi, dua kali ini, dua kali perbaikan," ungkap Lurah Rawa Arum Azis Saptuzi. Senin (17/07/2023).
"Memang tidak ada anggaran perawatan itu sudah diserahkan ke RT/RW. Tapi sebelumnya sudah diperbaiki," pungkasnya.
Terpisah, Ketua Pokmas Kelurahan kelurahan Rawa Arum, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp nya mengatakan, terkait kerusakan tersebut sudah memperbaiki beberapa kali. Karena menurutnya, kerusakan tersebut dikarenakan kelebihan kapasitas.
"Maaf kang kami selaku POKMAS hanya menjalankan tugas pelaksanaan, terkait kerusakan kita sudah memperbaiki beberapa kali. Karena yang menggunakan bukan anak kecil saja tapi juga yang bukan kapasitasnya ikut bermain," ucapnya.
"Dan untuk perawatan itu bukan lagi wewenang kami, itu sudah di serahkan kepada RW yang mengajukan program yang seharusnya ada di pihak RW yang merawat taman tersebut," pungkasnya. (Hendra/Red)





