MATACYBER.COM | CILEGON - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di kamar nomor 06 Hotel Kalyana Mita, Kota Cilegon, Banten, pada Senin (16/2/2026). Penemuan jenazah ini memicu tanda tanya besar setelah pihak kepolisian maupun manajemen hotel enggan memberikan keterangan transparan kepada publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, korban diduga meninggal dunia usai mengonsumsi obat penambah stamina. Meski demikian, kepastian penyebab kematian hingga kini masih menjadi misteri akibat minimnya keterbukaan informasi dari pihak terkait.
Kasat Reskrim Polres Cilegon, Yoga Tama, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa penanganan perkara tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali Polsek Cilegon. Ia menegaskan peran Polres hanya sebatas memberikan dukungan pengamanan di lokasi.
"Untuk saat ini kami belum bisa memberikan statement apa pun karena penanganan sepenuhnya dilakukan oleh pihak Polsek Cilegon. Polres hanya melakukan backup pengamanan," ujar Yoga saat ditemui di lokasi, Senin.
Namun, upaya media untuk mendapatkan klarifikasi dari Unit 2 Polres Cilegon juga tidak membuahkan hasil. Para petugas yang ditemui di lapangan memilih untuk tidak memberikan respons terhadap pertanyaan wartawan.
Kekecewaan awak media memuncak saat mencoba meminta konfirmasi dari pihak manajemen Hotel Kalyana Mita. Wawan, yang mewakili manajemen hotel, secara tegas menolak memberikan penjelasan mengenai peristiwa yang terjadi di wilayah operasionalnya tersebut.
Sikap tertutup ini dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik, mengingat peristiwa kematian tersebut terjadi di ruang publik komersial.
"Hotel bukan ruang kebal hukum. Ketika terjadi peristiwa kematian di dalamnya, manajemen wajib kooperatif, bukan justru membungkam informasi," ujar salah satu jurnalis yang meliput di lokasi.
Ketidakterbukaan pihak kepolisian dan manajemen hotel ini memicu kritik keras. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), publik berhak mendapatkan informasi yang akurat mengenai peristiwa yang menyangkut kepentingan umum.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban serta kronologi lengkap kejadian belum dirilis secara resmi. Tim medis dilaporkan telah membawa jenazah korban untuk pemeriksaan lebih lanjut, namun hasil visum maupun autopsi masih belum diungkapkan kepada publik. (*/Red)














