• Jelajahi

    Copyright © Matacyber.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan tampilan atas postingan

    Iklan

    Banggakan Cilegon, SDN Kubang Sepat 1 Sabet Juara I FLS3N Banten Cabang Tari

    Redaksi_Matacyber
    Rabu, 29 Juli 2026
    masukkan script iklan disini



    MATACYBER.COM | CILEGON – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kota Cilegon. SD Negeri Kubang Sepat 1 berhasil meraih Juara I Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026 Cabang Tari Tingkat Provinsi Banten Jenjang Sekolah Dasar, melalui sebuah karya tari yang sarat akan pesan persatuan, toleransi, dan pelestarian budaya Banten.

    Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tidak hanya bagi keluarga besar SD Negeri Kubang Sepat 1, tetapi juga bagi masyarakat Kota Cilegon dan Provinsi Banten. Di tengah persaingan yang diikuti oleh perwakilan terbaik dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Banten, karya tari dari SD Negeri Kubang Sepat 1 berhasil memikat perhatian dewan juri hingga dinobatkan sebagai karya terbaik.

    Pelaksanaan FLS3N Cabang Tari Tingkat Provinsi Banten tahun 2026 dilaksanakan secara daring. Seluruh karya peserta dinilai langsung oleh dewan juri tingkat nasional, sementara hasil penilaian diumumkan secara resmi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

    Prestasi tersebut lahir dari sebuah proses kreatif yang matang di bawah arahan Dimas Yusuf Setiawan, S.Pd., Gr., Guru Seni Budaya SD Negeri Kubang Sepat 1 Kota Cilegon sekaligus penata tari. Dalam proses penciptaannya, karya ini mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) FLS3N 2026 Cabang Tari, yang mengangkat tema "Keberagaman dalam Persatuan."

    Berangkat dari tema tersebut, penata tari menghadirkan sebuah interpretasi artistik yang berakar pada sejarah dan identitas budaya Banten. Inspirasi utama karya diambil dari Vihara Avalokitesvara, yang menjadi simbol tumbuhnya nilai toleransi, kerukunan, dan kehidupan harmonis dalam keberagaman. Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan sejarah Sungai Cibanten, yang sejak masa Kesultanan Banten dikenal sebagai jalur pertemuan berbagai budaya, perdagangan, dan peradaban. Dari kedua warisan sejarah tersebut lahirlah sebuah karya tari yang menggambarkan masyarakat Banten yang hidup berdampingan, saling menghormati, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan.

    Melalui perpaduan gerak, komposisi musik, tata artistik, dan ekspresi para penari, karya ini menyampaikan pesan bahwa perbedaan bukanlah sekat yang memisahkan, melainkan kekuatan yang menyatukan. Nilai-nilai tersebut menjadi roh pertunjukan sekaligus sejalan dengan semangat FLS3N dalam membentuk peserta didik yang kreatif, berkarakter, dan berbudaya.

    Karya tersebut dibawakan dengan penuh penghayatan oleh tiga peserta didik berbakat, yaitu Allea Clarissa Berliani, Kiran Nova Zhafira, dan Taskiatur Rizkiyah. Dengan latihan yang disiplin, semangat pantang menyerah, dan kerja sama yang kuat, ketiganya mampu menghadirkan penampilan yang memukau sehingga memperoleh apresiasi tinggi dari dewan juri nasional.

    Penata tari sekaligus Guru Seni Budaya SD Negeri Kubang Sepat 1, Dimas Yusuf Setiawan, S.Pd., Gr., mengungkapkan bahwa karya tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah Banten sekaligus media pendidikan karakter bagi peserta didik.

    "Tema yang kami angkat bukan sekadar untuk memenuhi ketentuan dalam Juknis FLS3N 2026, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kepada anak-anak bahwa Banten memiliki sejarah panjang tentang toleransi dan keberagaman. Vihara Avalokitesvara menjadi simbol ruang tumbuhnya nilai toleransi, sedangkan Sungai Cibanten menjadi saksi bertemunya berbagai budaya yang hidup berdampingan. Nilai-nilai itulah yang kami hadirkan ke dalam karya tari agar dapat dipahami dan dirasakan oleh generasi muda melalui bahasa seni," ujarnya.

    Sementara itu, Kepala SD Negeri Kubang Sepat 1 Kota Cilegon, Milhah, M.Pd., menyampaikan rasa syukur, bangga, dan haru atas prestasi yang berhasil diraih.

    "Alhamdulillah, prestasi ini merupakan kebahagiaan yang luar biasa bagi keluarga besar SD Negeri Kubang Sepat 1. Ini adalah hasil dari kerja keras anak-anak, dedikasi para guru, dukungan orang tua, serta doa dari semua pihak. Bagi saya pribadi, penghargaan ini menjadi hadiah yang sangat istimewa menjelang masa purna tugas saya pada tahun 2027. Tidak ada kebanggaan yang lebih indah selain melihat peserta didik kami mampu mengharumkan nama sekolah, Kota Cilegon, dan Provinsi Banten melalui karya yang membawa pesan persatuan dan toleransi," ungkapnya.

    Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran seni di sekolah tidak hanya menghasilkan penampilan yang indah, tetapi juga mampu menanamkan nilai karakter, memperkenalkan sejarah daerah, serta membangun kecintaan terhadap budaya bangsa sejak usia dini. Kolaborasi antara peserta didik, guru, orang tua, dan sekolah telah melahirkan sebuah karya yang bukan hanya membuahkan prestasi, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang persatuan dalam keberagaman.

    Keberhasilan SD Negeri Kubang Sepat 1 menjadi Juara I FLS3N 2026 Cabang Tari Tingkat Provinsi Banten diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik, pendidik, dan masyarakat Kota Cilegon untuk terus berkarya, melestarikan budaya, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun masa depan.

    Prestasi ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah perlombaan. Lebih dari itu, prestasi ini menjadi bukti bahwa ketika sejarah, budaya, pendidikan, dan nilai-nilai toleransi dipadukan dalam sebuah karya seni, lahirlah inspirasi yang mampu mengharumkan nama daerah sekaligus menguatkan semangat persatuan Indonesia.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini