MATACYBER.COM | CILEGON – Kabar membanggakan datang dari dunia seni pertunjukan. Seniman muda asal Kota Cilegon, Aulia Detha Amalia, terpilih menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) periode 2026–2029 dan dipercaya menjadi bagian dari Komite Teater.
Aulia baru saja dilantik oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada 5 Agustus 2026 di Balai Kota DKI Jakarta. Prosesi pelantikan turut dihadiri jajaran kementerian terkait, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rektor Institut Kesenian Jakarta, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang kebudayaan.
Terpilihnya Aulia menjadi bagian dari DKJ merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dibangunnya sebagai seniman, peneliti, pencipta pertunjukan, dan individu yang secara konsisten mengembangkan praktik kesenian melalui berbagai ruang.
Dalam perjalanan akademiknya, Aulia menempuh pendidikan sarjana di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, kemudian melanjutkan pendidikan magister di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Selain berkarya sebagai seniman, ia juga aktif melakukan penelitian, mengembangkan praktik artistik, serta terlibat sebagai kurator dalam berbagai kegiatan seni dan seni pertunjukan.
Pada 2025, Aulia mengikuti program Asia Pacific Artist Research Network (APARN) dan berkesempatan mempresentasikan karya serta gagasan artistiknya di Chulalongkorn University, Thailand. Melalui forum tersebut, ia membawa nama Indonesia dalam ruang pertukaran pengetahuan dan praktik seni bersama para seniman serta praktisi dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik.
Perjalanan Aulia di dunia seni tidak berangkat dari sebuah kelompok teater yang telah mapan. Ia membangun kiprahnya melalui proses belajar, berkarya, meneliti, serta memperluas jejaring di berbagai ruang kesenian.
Berangkat dari Kota Cilegon, perjalanan tersebut kemudian mengantarkannya menembus berbagai ruang seni di tingkat lokal, nasional, hingga internasional, sebelum akhirnya dipercaya menjadi bagian dari Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta.
Bagi Aulia, pencapaian tersebut bukan semata-mata tentang sebuah posisi, melainkan bagaimana pengalaman dan perjalanan seorang seniman dapat berkontribusi dalam percakapan yang lebih luas mengenai perkembangan teater dan ekosistem seni di Indonesia.
Aulia juga menyampaikan harapannya agar semakin banyak seniman muda dari daerah memperoleh kesempatan untuk berkembang di daerahnya sendiri.
"Semoga semakin banyak seniman muda asal daerah yang dapat dihargai, diberi ruang, dan memiliki kesempatan untuk berkembang di kota mereka sendiri. Sebab, daerah tidak seharusnya hanya menjadi tempat seseorang memulai perjalanan sebelum akhirnya harus pergi untuk mendapatkan pengakuan. Seniman muda juga berhak tumbuh, berkarya, dan dihargai di tanah tempat mereka berasal," ujar Aulia.
Bagi Aulia, perjalanan dari Kota Cilegon menuju berbagai panggung seni di tingkat nasional hingga internasional menjadi bukti bahwa seniman dari daerah memiliki kemampuan untuk berkembang dan memberikan kontribusi bagi dunia kesenian.
Ia berharap semakin banyak seniman muda dari daerah dapat berdiri dengan percaya diri, terus berkarya, serta memperoleh penghargaan atas kerja seninya tanpa harus meninggalkan tanah kelahirannya. (Riki/red)






