• Jelajahi

    Copyright © Matacyber.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan tampilan atas postingan

    Iklan

    HUT Pertama Paguyuban JAMUR Cilegon, Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya Jawa Timur

    Redaksi
    Senin, 26 Oktober 2026
    masukkan script iklan disini



    MATACYBER.COM | CILEGON – Paguyuban JAMUR (Jawa Timuran atau Paguyuban Wong Jawa Timur) Kota Cilegon memperingati hari ulang tahun (HUT) pertama di Pendopo DiBali, Minggu (25/10/2026). 

    Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat persaudaraan warga perantauan sekaligus melestarikan seni dan budaya Jawa Timur.

    Peringatan tersebut dihadiri Wali Kota Cilegon Robinsar, jajaran pengurus, serta anggota Paguyuban JAMUR. Dalam kesempatan itu, Robinsar menyampaikan ucapan selamat dan berharap paguyuban tersebut terus menjaga kekompakan di tengah keberagaman masyarakat Kota Cilegon.

    “Saya mengucapkan selamat ulang tahun yang pertama kepada Paguyuban JAMUR Kota Cilegon. Semoga semakin kompak, solid, dan terus menjaga kebersamaan serta persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat,” ujar Robinsar.

    Ia juga berharap Paguyuban JAMUR dapat menjaga kerukunan antarwarga, melestarikan kebudayaan daerah, serta bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan Kota Cilegon.

    Sementara itu, Ketua Harian Paguyuban JAMUR Kota Cilegon, Didi Sugeng Harianto, mengatakan usia satu tahun menjadi momentum untuk memperluas keanggotaan dan memperkuat peran paguyuban sebagai wadah silaturahmi warga asal Jawa Timur.

    Menurut Didi, Paguyuban JAMUR dipimpin oleh Igor Darma sebagai ketua dan dirinya sebagai ketua harian. Ia menyebut terdapat sekitar 3.500 kepala keluarga (KK) warga asal Jawa Timur di Kota Cilegon, sementara anggota yang aktif dalam paguyuban saat ini sekitar 152 orang.

    “Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah SWT karena Paguyuban JAMUR Kota Cilegon sudah berusia satu tahun. Harapannya, jumlah anggota yang aktif semakin bertambah. Semoga paguyuban ini menjadi wadah silaturahmi bagi perantau asal Jawa Timur untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan sehingga membawa keberkahan bagi kita semua,” kata Didi.

    Ia menjelaskan, kegiatan paguyuban tidak hanya berfokus pada silaturahmi, tetapi juga mencakup aktivitas sosial dan pelestarian budaya. Salah satunya melalui kegiatan temu kangen yang menjadi sarana mempererat hubungan antaranggota.

    Di sisi lain, Ketua Ibu-Ibu Paguyuban JAMUR Kota Cilegon, Jumiatun, SE., MM., mengatakan paguyuban dibentuk untuk memperkuat persaudaraan warga Jawa Timur di perantauan sekaligus menjadi tempat saling membantu ketika anggota menghadapi kesulitan.

    Menurutnya, pelestarian seni, budaya, dan kuliner khas Jawa Timur juga menjadi perhatian penting, terutama agar warisan budaya tersebut tetap dikenal oleh generasi muda.

    “Jangan sampai kesenian dan budaya daerah kita hilang karena kurang diminati generasi muda. Kami ingin seni budaya dan kuliner khas Jawa Timur tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Jumiatun.

    Ia menyebut sejumlah kesenian yang perlu terus diperkenalkan, di antaranya Reog Ponorogo, Ludruk Surabaya, dan Tari Gandrung. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan budaya daerah sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

    Jumiatun juga berharap Paguyuban JAMUR dapat terus menjalin hubungan baik dengan masyarakat lokal maupun warga dari berbagai daerah yang tinggal di Kota Cilegon.

    Peringatan HUT pertama ini diharapkan menjadi pijakan bagi Paguyuban JAMUR untuk memperluas kegiatan sosial, meningkatkan partisipasi anggota, serta memperkuat persaudaraan dan kerukunan dalam kehidupan masyarakat yang beragam.

    Dengan semangat kompak, jaya, saklawase, Paguyuban JAMUR diharapkan terus tumbuh sebagai wadah kebersamaan warga Jawa Timur sekaligus bagian dari masyarakat Kota Cilegon.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini