MATACYBER.COM | CILEGON – Pemerintah Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) Tahun 2026, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Kebonsari tersebut mengusung tema “Meningkatkan Peran Serta Masyarakat dalam Pembangunan Kewilayahan”.
Musrenbangkel dibuka oleh Camat Citangkil, Ikhlasinnufus, dan dihadiri Lurah Kebonsari Asep Muzayin, unsur kelompok masyarakat (Pokmas), tim Kotaku serta para Ketua RT dan RW di wilayah Kelurahan Kebonsari.
Dalam forum tersebut, Lurah Kebonsari Asep Muzayin memaparkan sejumlah usulan pembangunan yang dinilai menjadi kebutuhan prioritas warga. Salah satu persoalan yang kembali menjadi perhatian utama adalah penanganan banjir yang masih kerap terjadi di beberapa lingkungan.
“Usulan utama kami adalah pembangunan tandon air di lingkungan Kubang Menyawak yang selama ini rawan banjir. Selain itu, kami juga mengajukan kelanjutan pembangunan drainase yang sempat terhenti dan belum diselesaikan oleh Dinas PUPR,” ungkap Asep.
Ia juga menyampaikan rencana pengajuan pembangunan sodetan air di Lingkungan Tegal Tong dan Lingkungan Sumber Batu. Namun demikian, Asep menegaskan bahwa fokus utama tetap pada penyelesaian proyek tandon dan drainase yang belum tuntas.
“Dengan keterbatasan anggaran, tentu harus antre. Jika belum bisa diselesaikan di tahun 2026, akan dilanjutkan pada 2027. Saya berharap Pokmas tetap solid, terus berkoordinasi dengan RT dan RW, serta aktif melakukan pengawasan dan monitoring bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Citangkil Ikhlasinnufus menekankan bahwa Musrenbangkel merupakan tahapan penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan yang berjenjang, mulai dari kelurahan hingga tingkat kota.
“Forum ini menjadi dasar perencanaan pembangunan. Karena itu, usulan yang diajukan harus benar-benar kebutuhan mendesak dan sejalan dengan visi misi Wali Kota serta program prioritas Pemerintah Kota Cilegon,” jelasnya.
Menurut Ikhlasinnufus, sejumlah sektor masih menjadi prioritas pembangunan, di antaranya perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu), penanganan banjir, pembangunan dan perbaikan drainase, Tembok Penahan Tanah (TPT), paving block, hingga penerangan jalan umum.
“Kebutuhan yang belum terlalu mendesak akan kita geser. Fokusnya adalah pada program yang prioritas dan urgent sesuai hasil kesepakatan Pokmas dalam Musrenbangkel ini,” ujarnya.
Ia berharap seluruh usulan yang telah disepakati dapat direalisasikan secara bertahap dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan permasalahan banjir bisa segera tertangani dengan koordinasi bersama Dinas PUPR, khususnya terkait pembangunan tandon air. Semoga program pembangunan dari Pemkot Cilegon benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kebonsari dan Kecamatan Citangkil,” tutupnya. (Hendra/red)














