MATACYBER.COM | CILEGON – Pemerintah Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) dengan tema “Optimalisasi Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan dalam Pemenuhan Infrastruktur Fisik dan Sosial”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Rawa Arum, Rabu (28/1/2026).
Musrenbangkel ini dihadiri oleh Camat Grogol, Lurah Rawa Arum, perwakilan Bappeda, perwakilan Dinas Perkim, Tim Kotaku, Kepala Puskesmas Grogol, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua PKK, LPM, RW, RT, Karang Taruna, Pokmas, Tokoh Masyarakat serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Camat Grogol, Jajat Sudrajat, menegaskan bahwa Musrenbangkel bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan forum strategis untuk menjaring dan menetapkan usulan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Musrenbang ini adalah forum penting untuk menyaring dan menetapkan usulan prioritas. Aspirasi yang disampaikan harus berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat dan selaras dengan visi misi Kota Cilegon, yaitu Cilegon Juare (jujur, amanah, dan religius),” kata Jajat.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti musyawarah dengan serius, fokus, dan penuh tanggung jawab, agar usulan yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Jajat juga menekankan sejumlah program prioritas yang perlu mendapat perhatian, di antaranya perbaikan infrastruktur lingkungan, penanganan banjir dan drainase, penerangan jalan umum (PJU), rumah tidak layak huni (RTLH), pelayanan publik, serta pemberdayaan masyarakat.
“Masalah infrastruktur, banjir, PJU, dan RTLH harus menjadi perhatian utama. Termasuk penerangan jalan dari Cidangdang sampai Bujang Gadung yang masih kurang dan perlu ditambah,” ujarnya.
Jajat juga mendorong agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bappeda, serta dinas terkait dapat menindaklanjuti hasil Musrenbangkel dengan memasukkannya ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
“Usulan hari ini jangan hanya menjadi catatan. Harus terintegrasi dalam RKPD agar bisa direalisasikan pada tahun 2027,” tegasnya.
Meski anggaran daerah saat ini terbatas akibat kebijakan efisiensi, Jajat meminta seluruh pihak tetap optimistis dan menjaga komitmen dalam perencanaan pembangunan.
“Dengan perencanaan yang baik, skala prioritas yang tepat, dan komitmen bersama, pembangunan tetap bisa terlaksana,” imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Rawa Arum, Rahmatullah, mengatakan bahwa Musrenbangkel menjadi wadah utama untuk menentukan arah pembangunan kelurahan secara terencana dan berkelanjutan.
“Musrenbangkel ini bertujuan menyusun usulan pembangunan skala prioritas agar pelaksanaan pembangunan berjalan optimal,” kata Rahmatullah.
Ia menjelaskan, untuk usulan tahun 2027, fokus pembangunan diarahkan pada penanganan banjir, perbaikan drainase, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni. Sedangkan untuk tahun 2026, program yang akan dilaksanakan meliputi pembangunan drainase, TPT, dan paving lingkungan.
Rahmatullah berharap seluruh usulan yang disepakati dapat direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup warga Rawa Arum.
“Kami berharap hasil Musrenbangkel ini dapat menjadi dasar pembangunan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Hendra/red)














