MATACYBER.COM | CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali melanjutkan Program KOLASE (Kolaborasi Kelola Sampah Ekonomi Sirkular di Sekolah Cilegon) pada Tahap III Tahun 2026.
Program ini merupakan komitmen berkelanjutan Pemkot Cilegon dalam memperkuat budaya pilah sampah sejak dini melalui pendekatan ekonomi sirkular di lingkungan sekolah.
KOLASE dirancang sebagai program edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang melibatkan sekolah, bank sampah, perusahaan mitra, edukator, evaluator, hingga dukungan perbankan dalam sistem tabungan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri Mahyudin menyampaikan, bahwa KOLASE bukan hanya program lingkungan, tetapi juga pendidikan karakter.
“Program KOLASE tidak hanya mengurangi timbulan sampah yang masuk ke TPSA Bagendung, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan serta mendorong literasi keuangan melalui sistem tabungan sampah di sekolah,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Pada pelaksanaan Tahap III Tahun 2026, lanjutnya, kuota peserta dibatasi hanya untuk 100 sekolah di Kota Cilegon. Sekolah yang mendaftar akan melalui proses seleksi yang dilakukan oleh DLH Kota Cilegon bersama PT Chandra Asri Group, guna memastikan kesiapan, komitmen, serta keberlanjutan program di masing-masing sekolah.
Menurutnya, langkah pembatasan kuota ini dilakukan agar pembinaan, pendampingan, dan evaluasi program dapat berjalan lebih maksimal dan terukur.
Dalam implementasinya, DLH Kota Cilegon bertindak sebagai pembina bersama PT Chandra Asri Group yang memberikan dukungan program.
"Edukator memberikan pelatihan pemilahan sampah dan pencatatan transaksi, sementara evaluator melakukan monitoring dan pelaporan bulanan," ujarnya.
Bank sampah, lanjutnya, berperan dalam penjemputan dan pencatatan sampah dari sekolah, yang kemudian dikonversi menjadi nilai tabungan. Dukungan perbankan diberikan melalui pembukaan rekening, buku tabungan, hingga distribusi hasil tabungan kepada sekolah.
Sabri menambahkan, keberhasilan program KOLASE terlihat dari capaian dua tahap sebelumnya. Pada Batch I (Desember 2023–November 2025), sebanyak 4 sekolah teredukasi, 21.982 kg sampah terkelola, 2.568 orang teredukasi, dan tabungan kolektif terkumpul Rp37.436.875.
Sementara Batch II (September–Desember 2025), 16 sekolah terlibat, 14.572,8 kg sampah terkelola, 35.475 orang teredukasi, dengan total Rp23.427.145 tabungan kolektif.
Capaian tersebut, masih kata Sabri, menunjukkan peningkatan partisipasi dan dampak nyata dalam pengurangan sampah menuju TPSA Bagendung.
"Melalui KOLASE Tahap III Tahun 2026, Pemerintah Kota Cilegon berharap gerakan pengelolaan sampah berbasis sekolah semakin masif, terstruktur, dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Melalui KOLASE, kita membangun kebiasaan baik dari sekolah untuk masa depan Cilegon yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutupnya.













