MATACYBER.COM | CILEGON - Pembangunan menara Masjid Al-Khairot yang berlokasi di Lingkungan Kramat Jati, RT 05/RW 02, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, hingga kini belum dapat diselesaikan. Dari rencana tujuh lantai, pembangunan baru mencapai empat lantai akibat keterbatasan anggaran.
Menara tersebut dirancang tidak hanya sebagai bagian dari sarana ibadah, tetapi juga sebagai tempat untuk pengamatan hilal yang diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat. Namun, target penyelesaian menjelang Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 belum dapat tercapai.
Salah satu pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Khairot, Ridwan, mengatakan pembangunan sementara terhenti karena dana yang tersedia belum mencukupi.
“Untuk sementara pembangunan menara terhenti karena keterbatasan biaya. Saat ini baru mencapai empat lantai, padahal sebelumnya ditargetkan tujuh lantai agar bisa digunakan untuk pengamatan hilal pada Ramadan tahun ini,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan desain struktur yang mengecil ke bagian atas. Lantai satu dan dua memiliki lebar sekitar 5 meter dengan estimasi biaya Rp40 juta per lantai. Sementara lantai tiga dan empat berukuran sekitar 4 meter dengan estimasi biaya Rp35 juta per lantai.
Adapun lantai lima dan enam direncanakan memiliki lebar sekitar 3 meter dengan estimasi biaya Rp30 juta per lantai, sedangkan lantai ketujuh akan menjadi kubah dengan diameter sekitar 2,5 meter. Nantinya, pengamatan hilal direncanakan dilakukan dari lantai enam dengan luas sekitar 3x3 meter.
“Untuk melihat hilal itu nantinya bisa dilakukan di lantai enam,” tambahnya.
Ridwan mengungkapkan, selama ini pembangunan menara sepenuhnya mengandalkan swadaya masyarakat dan donatur. Bantuan dari Kementerian Agama sebesar Rp15 juta pada 2025 telah digunakan, namun masih jauh dari kebutuhan total pembangunan.
Berbagai upaya telah dilakukan pihak DKM untuk mendapatkan dukungan, mulai dari pengajuan proposal ke pemerintah daerah melalui bagian kesejahteraan rakyat (Kesra), Wali Kota Cilegon, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon, hingga perusahaan dan industri di sekitar wilayah tersebut. Namun hingga kini, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Berbagai upaya sudah kami lakukan, namun hingga saat ini proposal belum membuahkan hasil,” jelas Ridwan.
Ia berharap adanya dukungan lebih luas dari berbagai pihak agar pembangunan menara dapat segera dilanjutkan hingga selesai.
“Kami berharap ada partisipasi dari masyarakat, pemerintah, maupun kalangan industri agar menara ini bisa segera rampung dan dimanfaatkan untuk kepentingan umat. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ujarnya.
Ke depan, menara Masjid Al-Khairot diharapkan menjadi salah satu fasilitas keagamaan yang bermanfaat luas, tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai lokasi pengamatan hilal yang representatif di Kota Cilegon.
Susunan pengurus DKM Masjid Al-Khairot terdiri dari:
Ketua: KH. Jubaedi Ahyani
Sekretaris: Mulyadi
Bendahara: Ade Irawan
Seksi Usaha: Ridwan dan Hujaeni
Humas: Iskandar dan Rebuin
Pengurus DKM Masjid Al-Khairot pun membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam pembangunan tersebut.
Donasi dapat disalurkan melalui: Bank BSI No. Rekening: 7308687117 Atas Nama: Masjid Al-Khairot
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
- Ridwan (0817-6550-773)
- Ade Irawan (0878-7117-7712)
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pembangunan menara ini diharapkan dapat segera dilanjutkan dan diselesaikan, sehingga menjadi kebanggaan sekaligus sarana kemaslahatan bagi masyarakat Kota Cilegon. (Hendra/red)













