MATACYBER.COM | CILEGON - Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, dibuat resah dengan munculnya debu yang beterbangan hingga masuk ke kawasan permukiman warga Kelurahan Pabean Terdapat Lingkungan Wilayah RW 01-04. dalam beberapa hari terakhir.
Debu tersebut diduga berasal dari aktivitas pertambangan di wilayah Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang.
Keluhan warga muncul karena intensitas debu yang dirasakan semakin tinggi, terutama saat cuaca panas dan angin bertiup ke arah permukiman warga.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari dan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Ahmad Haryani sapaan akrab Bung Jendral Ketua Karang Taruna Pabean mengaku debu mulai terasa lebih parah dibandingkan hari-hari sebelumnya. Debu bahkan menempel di rumah-rumah maupun kendaraan warga, Sangat meresahkan sekali.
“Sekarang debunya lebih terasa dibanding biasanya. Rumah cepat kotor, kendaraan juga tertutup debu. Kami khawatir kalau terus-menerus terhirup bisa berdampak pada kesehatan,” Tegasnya, Minggu, 21 Juni 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengherankan lantaran kawasan permukiman di Kelurahan Pabean secara geografis terhalang Bukit Kedurung. Namun, debu tetap terbawa angin hingga mencapai lingkungan warga.
Mendesak kepada pemerintah daerah bersama instansi Dinas LH Cilegon terkait segera melakukan pengecekan lapangan guna memastikan sumber debu yang dikeluhkan masyarakat. Lakukan pelaporan terhadap sumber debu ke perusahaan tersebut.
“Kalau memang berasal dari aktivitas tambang, harus ada langkah pengendalian yang lebih maksimal. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban akibat pencemaran debu pulusi udara,” ujarnya.
Aktivitas pertambangan di kawasan Bojonegara selama ini kerap menjadi perhatian masyarakat terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Debu dari proses penambangan berpotensi menyebar ke wilayah sekitar apabila tidak dilakukan pengelolaan dan pengendalian lingkungan secara optimal. Memperparah kondisi kesehatan dan hidup tidak sehat.
Karang taruna Pabean berharap pemerintah maupun pihak perusahaan segera melakukan investigasi untuk memastikan penyebab munculnya debu tersebut.
Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas pertambangan juga dinilai perlu diperketat agar kualitas udara di lingkungan permukiman tetap terjaga. Tutup Haryani. (*/Red)





