MATACYBER.COM | CILEGON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon terus memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi produktif melalui Program Z-Auto dan Z-Mart. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan rutin kelompok penerima manfaat yang digelar di kediaman Abdul Muthalib, Jalan H. Leman Pintu Air Nomor 1, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri pimpinan BAZNAS Kota Cilegon, relawan BAZNAS RI, para pendamping, serta penerima manfaat itu menjadi forum evaluasi, silaturahmi, dan penguatan motivasi bagi para pelaku usaha mikro yang mendapatkan bantuan modal dan pendampingan.
Ketua BAZNAS Kota Cilegon, H. Fajri Ali, mengatakan pertemuan yang dilaksanakan setiap bulan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan program pemberdayaan ekonomi berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
"Melalui pertemuan rutin ini kami dapat mendengarkan langsung berbagai aspirasi, kendala, maupun perkembangan usaha para penerima manfaat. Selain itu, forum ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan," kata Fajri Ali.
Menurut dia, pemberdayaan ekonomi yang dijalankan BAZNAS tidak hanya berfokus pada bantuan modal usaha, tetapi juga membangun karakter dan kepedulian sosial para penerima manfaat. Karena itu, BAZNAS turut mengajak seluruh peserta membiasakan Gerakan Infak Harian sebesar Rp2.000 sebagai bentuk rasa syukur dan upaya menumbuhkan semangat berbagi.
"Semoga kebiasaan berinfak ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi usaha serta keluarga para penerima manfaat," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Cilegon Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, H. Bambang Widyatmoko, menegaskan bahwa Program Z-Auto dan Z-Mart merupakan implementasi pengelolaan zakat produktif yang bertujuan mengubah pola bantuan dari bersifat konsumtif menjadi pemberdayaan yang berkelanjutan.
Ia berharap para penerima manfaat dapat meningkatkan kapasitas usaha dan secara bertahap bertransformasi dari mustahik atau penerima zakat menjadi muzaki atau pihak yang menunaikan zakat.
"Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari bertambahnya pendapatan, tetapi juga dari tumbuhnya kemandirian ekonomi keluarga. Kami ingin para penerima manfaat menjadi pelaku usaha yang tangguh, berdaya saing, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitarnya," katanya.
Bambang juga mengingatkan pentingnya menjaga amanah, meningkatkan kualitas pelayanan, serta terus belajar dan berinovasi dalam mengembangkan usaha.
"Kesuksesan usaha tidak semata ditentukan oleh besarnya modal, melainkan oleh ketekunan, kejujuran, integritas, dan ikhtiar yang dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, BAZNAS akan terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar program ini semakin tepat sasaran dan berkelanjutan," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Cilegon, Habibi Abfat, menjelaskan bahwa pertemuan kali ini merupakan pertemuan ketiga bagi kelompok penerima manfaat yang terdiri atas 15 penerima Program Z-Auto dan 50 penerima Program Z-Mart yang tersebar di berbagai wilayah Kota Cilegon.
Menurut dia, pertemuan yang dilaksanakan secara bergilir di lokasi penerima manfaat tersebut juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan solusi antaranggota.
"Kami ingin membangun ekosistem usaha yang saling mendukung. Para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan modal, tetapi juga motivasi dan pendampingan agar usaha mereka terus berkembang," kata Habibi.
Ia mencontohkan, penerima manfaat yang menjalankan usaha bengkel melalui Program Z-Auto dapat mengembangkan usaha keluarga dengan membuka usaha pendukung, seperti kedai kopi atau usaha makanan ringan, sehingga mampu menambah sumber pendapatan keluarga.
"Jika program ini menunjukkan hasil yang baik dan semakin banyak usaha yang berkembang, kami berharap pada tahun mendatang jumlah penerima manfaat dapat terus bertambah," ujarnya.
Salah seorang penerima manfaat sekaligus Ketua Kelompok Z-Auto, Magno, warga Cigiceh, Gedong Dalem, mengaku merasakan manfaat nyata dari program yang dijalankan BAZNAS Kota Cilegon.
"Alhamdulillah, sejak mendapatkan bantuan dan pendampingan dari BAZNAS, usaha kami semakin berkembang. Kami menjadi lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas usaha dan memiliki harapan untuk membuka cabang usaha sendiri di masa mendatang," katanya.
Melalui penguatan pendampingan dan pertemuan rutin tersebut, BAZNAS Kota Cilegon berharap Program Z-Auto dan Z-Mart dapat terus berkembang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat kemandirian usaha, serta melahirkan lebih banyak pelaku usaha mikro yang sukses dan berdaya saing di Kota Cilegon. (Hendra/red)





