MATACYBER.COM | CILEGON – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon melalui Lembaga Pendidikan Dai Indonesia (LPDI) Khadimul Ummah membekali 52 mahasiswa untuk menghadapi tantangan industrialisasi melalui Studium General bertema "Peran Generasi Muda Islami dalam Menghadapi Tantangan Industrialisasi Kota Cilegon" yang digelar di Aula MUI Kota Cilegon, Jumat (3/7/2026). LPDI Khadimul Ummah merupakan produk unggulan MUI Kota Cilegon dalam bidang kaderisasi dai.
Pembekalan tersebut mencakup penguatan wawasan keislaman, kepemimpinan, serta pemahaman mengenai dunia industri sebagai bekal bagi mahasiswa dalam menjalankan peran dakwah di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri di Kota Cilegon.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Cilegon H. Rahmatullah yang mewakili Wali Kota Cilegon, Ketua Umum MUI Kota Cilegon KH. Zubaidi Ahyani, Wakil Ketua III Baznas Kota Cilegon H. Habibi, Ketua LPDI Khadimul Ummah MUI Kota Cilegon Drs. H. Enjen MZ Falah, Direktur HR & GA PT Krakatau Posco H. Iip Arif Budiman, SH., MBA sebagai narasumber, Sekretaris Umum MUI Kota Cilegon Sutisna Abas, MH sebagai moderator, serta tamu undangan lainnya.
Mewakili Wali Kota Cilegon, H. Rahmatullah menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut dia, pembinaan melalui LPDI merupakan langkah strategis dalam menyiapkan kader dai yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga mampu menjawab tantangan masyarakat di tengah perkembangan industri.
"Dakwah yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah dakwah yang mengajak, merangkul, memperkuat persatuan umat, serta memperkokoh persaudaraan. Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas kepemimpinan, kemampuan berdakwah, dan komitmen pengabdian kepada umat maupun bangsa," katanya saat membuka kegiatan.
Ketua Umum MUI Kota Cilegon KH. Zubaidi Ahyani mengajak para mahasiswa LPDI untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperdalam ilmu keislaman agar mampu menjadi dai yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Teruslah belajar dan meningkatkan kapasitas diri agar menjadi dai yang mampu menjawab tantangan zaman serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua LPDI Khadimul Ummah MUI Kota Cilegon Drs. H. Enjen MZ Falah mengatakan LPDI Khadimul Ummah sebagai produk unggulan MUI Kota Cilegon terus berkomitmen mencetak kader dai yang memiliki kompetensi keagamaan dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Menurut dia, Studium General merupakan agenda pembuka kegiatan akademik tahun 2026 yang telah dijadwalkan dalam kalender pendidikan LPDI sekaligus menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa agar siap menghadapi tantangan industrialisasi di Kota Cilegon.
"Kami menghadirkan narasumber dari kalangan industri agar mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai tantangan industrialisasi sehingga mampu menjalankan dakwah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," katanya.
Dalam pemaparannya, H. Iip Arif Budiman mengatakan perkembangan dunia industri menghadirkan tantangan yang semakin kompleks sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga karakter, integritas, dan spiritualitas yang kuat.
Menurut dia, peran LPDI menjadi penting dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat, khususnya para pekerja di kawasan industri, agar mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan spiritual.
"Tantangan di dunia industri saat ini sangat berat. Karena itu, peran LPDI sangat penting untuk memberikan bekal kepada masyarakat, khususnya para karyawan industri, agar tidak hanya terjebak dalam rutinitas pekerjaan, tetapi juga tetap memperhatikan aspek agama dan ibadah," katanya.
Ia menambahkan bekal agama menjadi fondasi penting dalam membangun karakter, integritas, dan profesionalisme sehingga mampu menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus meraih keberhasilan dalam kehidupan pribadi maupun profesional. (Hendra/red)










