• Jelajahi

    Copyright © Matacyber.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan tampilan atas postingan

    Iklan

    Proyek APBD di SDN Ketileng 3 Tuai Sorotan, Warga Keluhkan Tak Dilibatkan sebagai Tenaga Kerja

    Redaksi_Matacyber
    Senin, 27 Juli 2026
    masukkan script iklan disini



    MATACYBER.COM | CILEGON – Proyek rehabilitasi ruang kelas SD Negeri (SDN) Ketileng 3 di Lingkungan Pagebangan, Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, menuai keluhan warga. Mereka mengaku tidak dilibatkan sebagai tenaga kerja dalam proyek yang dibiayai APBD Kota Cilegon Tahun Anggaran 2026 tersebut.

    Keluhan muncul setelah proyek yang dikerjakan PT Tiga Pilar Banten Madani itu berjalan sekitar sepekan. Warga menilai masyarakat sekitar semestinya diberi kesempatan bekerja, setidaknya untuk pekerjaan yang tidak memerlukan keterampilan khusus.

    "Ini kan masih Lingkungan Pagebangan. Wajar kalau warga di sini minta dilibatkan, walaupun cuma disuruh ngaduk atau pekerjaan lainnya. Ini kerjaan sudah sekitar satu mingguan berjalan, tapi tidak ada warga lingkungan yang dilibatkan," kata seorang warga kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

    Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Ketileng 3 memiliki nilai kontrak sebesar Rp198.123.000 yang bersumber dari APBD Kota Cilegon Tahun Anggaran 2026.

    Di lokasi proyek, wartawan juga menemui sejumlah pekerja. Salah seorang pekerja mengaku berasal dari Cikande, Kabupaten Serang, sedangkan pekerja lainnya berasal dari Kabupaten Pandeglang.

    "Saya dari Cikande, yang lainnya dari Pandeglang," ujarnya.

    Pekerja lainnya mengatakan proyek tersebut dikerjakan oleh empat orang.

    "Pekerja ada empat orang dari Pandeglang semua. Mulai kerja dari hari Kamis, jadi sudah lima hari sama hari ini," katanya.

    Berdasarkan keterangan para pekerja yang ditemui wartawan di lokasi, seluruh pekerja yang saat itu berada di proyek mengaku berasal dari luar Kota Cilegon. Kondisi tersebut memunculkan dugaan belum optimalnya pemberdayaan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan proyek. Temuan ini juga memunculkan pertanyaan warga mengenai sejauh mana pelaksana proyek menjalankan pemberdayaan tenaga kerja lokal, mengingat Pemerintah Kota Cilegon selama ini mendorong agar setiap proyek pembangunan yang menggunakan anggaran daerah turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

    Dikonfirmasi terpisah, Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Suhanda, mengatakan pihaknya sejak awal telah mengingatkan seluruh penyedia jasa agar berkoordinasi dengan pihak sekolah dan lingkungan sekitar sebelum pekerjaan dimulai.

    "Di setiap MC 0 pekerjaan apa pun dan di mana pun selalu kita ingatkan agar melakukan koordinasi dengan sekolah dan lingkungan, termasuk memberdayakan tenaga lokal sekitar pelaksanaan pekerjaan," kata Suhanda melalui pesan WhatsApp.

    Menanggapi laporan warga tersebut, Suhanda memastikan pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke lapangan.

    "Insya Allah segera kita tindak lanjuti ke lapangan untuk memastikan laporan yang kami terima," ujarnya.

    Menurut Suhanda, pengecekan dilakukan untuk memastikan apakah pelaksanaan proyek telah berjalan sesuai arahan Dinas, termasuk terkait pemberdayaan tenaga kerja lokal di sekitar lokasi pekerjaan.

    Hingga berita ini diterbitkan, PT Tiga Pilar Banten Madani selaku pelaksana proyek belum memberikan tanggapan. Tim wartawan telah berupaya melakukan konfirmasi, namun belum berhasil memperoleh kontak resmi penanggung jawab perusahaan.

    Redaksi membuka ruang hak jawab kepada PT Tiga Pilar Banten Madani maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Setiap klarifikasi yang diterima akan dimuat sebagai bagian dari prinsip keberimbangan, akurasi, dan profesionalitas jurnalistik. (Hendra/red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini