• Jelajahi

    Copyright © Matacyber.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan tampilan atas postingan

    Iklan

    Wagub Banten Dimyati Natakusumah Ajak Komunitas Catur Perkuat Pembinaan Generasi Muda

    Redaksi_Matacyber
    Sabtu, 22 Agustus 2026
    masukkan script iklan disini



    MATACYBER.COM | BANTEN - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong komunitas catur untuk dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda. Pembinaan dilakukan kepada penggemar catur melalui kegiatan positif serta meningkatkan kemampuan melalui latihan dan pertandingan.

    Pesan tersebut disampaikan Dimyati usai menghadiri Turnamen Catur Internal Rated Altajagu Chess Club dan Ngopi Bareng Wagub yang digelar di Le Semar Hotel, Karawaci, Kabupaten Tangerang, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah bagi komunitas pecinta catur untuk memperkuat kebersamaan dan mendorong pembinaan generasi muda melalui olahraga catur.

    Dimyati mengapresiasi komunitas catur yang terus mengembangkan kegiatan olahraga catur. Menurutnya, catur bukan hanya olahraga yang mengandalkan kemampuan berpikir, tetapi juga menjadi sarana membangun silaturahmi dan sportivitas.

    “Catur itu olahraga otak, olahraga silaturahim,” ungkap Dimyati.

    Dimyati menuturkan, permainan catur memiliki waktu yang diatur sehingga mengajarkan pemain untuk berpikir dan bertindak secara sportif. Selain itu, kegiatan catur juga dinilai dapat menjadi alternatif bagi anak-anak dan generasi muda agar tidak terus-menerus menghabiskan waktu dengan gadget.

    “Pertama adalah membimbing anak-anak kita. Mendidik anak-anak kita supaya tidak main gadget,” katanya.

    Selain itu, Dimyati juga menilai permainan catur memiliki filosofi yang kuat mengenai gotong royong, saling ketergantungan, kebersamaan dan keluarga. Setiap bidak memiliki peran masing-masing dan saling menjaga untuk mencapai tujuan bersama.

    “Sehingga saling jaga. Pion jaga raja, jaga menteri, jaga kuda, jaga benteng, jaga gajah. Dan sebaliknya, saling menjaga,” imbuhnya.

    Filosofi tersebut juga dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun kepemimpinan. Setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing untuk menjaga kebersamaan.

    Lebih lanjut, Dimyati mengibaratkan anak-anak sebagai bidak catur yang masih memiliki kesempatan untuk menentukan masa depannya. Karena itu, orang tua memiliki tugas untuk membimbing dan mengarahkan anak-anak agar dapat mencapai cita-citanya.

    “Orang tua ini tinggal mengarahkan anak-anaknya, bidak-bidak itu. Mau jadi apa? Sesuai dengan cita-cita, yang penting bermanfaat buat bangsa dan negara,” jelasnya.

    Wagub juga mengapresiasi Altajagu yang menggelar turnamen catur dengan melibatkan generasi muda. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan melalui berbagai turnamen, festival maupun kegiatan silaturahim komunitas.

    Ketua Alam Takambang Jadi Guru (Altajagu) Afdimar mengatakan, kegiatan tersebut mengedepankan kebersamaan sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan bermain catur.

    “Ini kebersamaan dan kita ingin menyampaikan dengan bersama kita bisa. Kita adakan ini diutamakan yang muda-muda karena diharapkan dapat berkembang caturnya,” kata Afdimar.

    Ia menjelaskan, turnamen tersebut menggunakan sistem rating catur. Selain memperebutkan hadiah, para peserta juga mendapatkan rating sebagai bagian dari pengembangan kemampuan dan pengalaman dalam permainan catur. Setidaknya terdapat 25 peserta yang mengikuti turnamen tersebut.

    “Dengan kegiatan ini kita banyak pesertanya dan kita menggunakan sistem rating catur. Selain kita siapkan hadiah, nanti juga para peserta akan mendapatkan rating caturnya,” katanya. (Den/red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini