MATACYBER.COM | CILEGON – Lembaga Pendidikan Dakwah Islam (LPDI) Khadimul Ummah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon menggelar wisuda angkatan ke-15 tahun 2026 di Aula DPRD Kota Cilegon, Rabu (28/10/2026). Sebanyak 29 peserta resmi menyelesaikan pendidikan dakwah setelah mengikuti proses pembelajaran selama empat bulan.
Wisuda tersebut dihadiri Ketua MUI Provinsi Banten Dr. H. A. Bagari Syam, S.Pd.I., perwakilan Wali Kota Cilegon melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Sekretaris Umum MUI Kota Cilegon Drs. Sutisna Abas, M.H., perwakilan Kapolres, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon, penasihat MUI Kota Cilegon, Ketua BAZNAS Kota Cilegon, serta perwakilan sejumlah perusahaan.
Turut hadir Prof. Dr. Hj. Umdatul Hasanah, M.Ag., Guru Besar sekaligus Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang juga merupakan pendiri LPDI Kota Cilegon.
Ketua LPDI Khadimul Ummah MUI Kota Cilegon, Drs. H. Enjen Mahruri, mengatakan lembaga yang dipimpinnya telah melahirkan alumni hingga angkatan ke-15. Program pendidikan tersebut menjadi salah satu upaya menyiapkan generasi dai dan daiyah yang memiliki pemahaman keislaman serta wawasan kebangsaan.
“Pada tahun 2026, sebanyak 52 orang mendaftar. Setelah melalui proses seleksi dan mengikuti tahapan pendidikan, sebanyak 29 peserta dinyatakan lulus. Sebagian peserta lainnya tidak dapat melanjutkan pendidikan karena memiliki kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan,” kata Enjen.
Ia menjelaskan, proses pembelajaran berlangsung selama empat bulan dengan total 24 kali pertemuan atau dua kali dalam sepekan. Kegiatan belajar dilaksanakan di Aula Kantor MUI Kota Cilegon, dengan materi yang disampaikan para dosen dan pembimbing.
Selain pembelajaran di kelas, peserta juga menjalani praktik dakwah di majelis taklim sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan menyampaikan materi keagamaan secara langsung kepada masyarakat.
“Peserta kami berasal dari berbagai usia dan latar belakang pendidikan. Di LPDI, tidak ada batasan usia maupun lulusan bagi mereka yang ingin memperdalam ilmu dakwah,” ujarnya.
Enjen berharap LPDI Khadimul Ummah MUI Kota Cilegon terus berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, meskipun masih menghadapi keterbatasan biaya operasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen, pembimbing, pendiri LPDI, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap keberlangsungan program pendidikan tersebut.
Sementara itu, perwakilan wisudawan angkatan ke-15, Winda Rustia, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan menimba ilmu selama kurang lebih empat bulan. Ia menyampaikan terima kasih kepada para dosen dan pembimbing yang telah mendampingi peserta hingga menyelesaikan pendidikan.
Menurut Winda, MUI Kota Cilegon telah menjadi rumah kedua bagi para peserta selama mengikuti proses pembelajaran. Ia juga mengapresiasi dukungan orang tua yang senantiasa memberikan doa dan semangat dalam perjalanan menuntut ilmu.
“Jadilah dai seperti air. Air selalu mencari tempat terendah, itulah tawadhu, dan air selalu memberikan manfaat. Semoga ilmu yang kami dapatkan menjadi bekal untuk mengabdi kepada masyarakat,” tutur Winda.
Sekretaris Umum MUI Kota Cilegon, Drs. Sutisna Abas, M.H., berpesan agar para wisudawan tidak menjadikan prosesi wisuda sebagai akhir perjalanan belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menekankan pentingnya terus memperdalam ilmu agama, mengamalkan pengetahuan yang telah diperoleh, serta menyesuaikan metode dakwah dengan perkembangan zaman.
Sutisna juga mendorong para alumni memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana menyebarkan pesan-pesan keislaman yang edukatif, santun, dan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Atas nama MUI Kota Cilegon, kami mengapresiasi para wisudawan dan wisudawati. Jadikan ilmu yang telah diperoleh sebagai modal dasar untuk berdakwah dan teruslah belajar mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Pesan serupa disampaikan Ketua MUI Provinsi Banten, Dr. H. A. Bagari Syam, S.Pd.I. Ia berharap para alumni LPDI mampu menjadi inspirasi di tengah masyarakat dengan mengedepankan metode dakwah yang baik, mempersiapkan diri secara matang, serta mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.
Menurutnya, seorang dai tidak cukup hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga perlu terus belajar dan memahami cara menyampaikan pesan dakwah agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Adapun perwakilan Wali Kota Cilegon melalui Kepala Bagian Kesra menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia berharap para alumni dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh melalui kegiatan dakwah di lingkungan masing-masing.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan ulama dalam mendukung pembangunan daerah serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah dan ulama harus terus bersinergi. Pemerintah bertugas menyusun dan menjalankan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga mendoakan para ulama dan kiai agar senantiasa diberikan kesehatan,” ungkapnya.
Melalui wisuda angkatan ke-15 ini, LPDI Khadimul Ummah MUI Kota Cilegon diharapkan terus berkontribusi dalam mencetak dai dan daiyah yang berilmu, berakhlak, serta mampu menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan relevan dengan perkembangan zaman.
Para alumni diharapkan tidak hanya menjadi penyampai pesan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi teladan, memperkuat nilai persatuan, dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat. (Hendra/red)






