• Jelajahi

    Copyright © Matacyber.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan tampilan atas postingan

    Iklan

    MUI Kota Cilegon Kukuhkan Pengurus MCI Periode 2024–2029, Perkuat Sinergi Pembinaan Mualaf Bersama Baznas

    Redaksi_Matacyber
    Sabtu, 27 Juni 2026
    masukkan script iklan disini



    MATACYBER.COM | CILEGON – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon resmi mengukuhkan Pengurus Mualaf Center Indonesia (MCI) Kota Cilegon masa khidmat 2024–2029 di Aula Kantor MUI Kota Cilegon, Sabtu (27/6/2026). 

    Pengukuhan tersebut juga menandai penguatan sinergi antara MCI MUI Kota Cilegon dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon dalam pembinaan serta pemberdayaan mualaf.

    Pengukuhan dipimpin Ketua I MUI Kota Cilegon, Drs. H. Badri Hasun, M.M., berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Kota Cilegon Nomor S.Kep.23/XVI-06/SK/IV/2026 tentang Penetapan Pengurus Mualaf Center Indonesia (MCI) MUI Kota Cilegon Masa Khidmat 2024–2029.

    Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Baznas Kota Cilegon H. Fajri Ali beserta jajaran pimpinan Baznas, Sekretaris MUI Kota Cilegon Drs. Sutisna Abas, M.H., para pengurus MUI, tokoh agama, serta para mualaf yang mengikuti pembinaan.

    Dalam kepengurusan yang baru dikukuhkan, Ketua Umum MUI Kota Cilegon bersama Ketua Baznas Kota Cilegon ditetapkan sebagai Penasehat, sedangkan Drs. Sutisna Abas, M.H. dipercaya sebagai Penanggung Jawab.

    Adapun kepengurusan MCI Kota Cilegon dipimpin H. Arie Poernomo sebagai Ketua, didampingi H. Bambang Widiyatmoko, S.K.M., M.E. sebagai Wakil Ketua, H. Ahmad Syukri, S.Ag., M.Pd. sebagai Sekretaris, Habibi, S.Pd.I., M.E. sebagai Sekretaris II, H. Joharman, A.Md.Ak. sebagai Bendahara, serta H. Farobi Qosyid Syam'un, S.Kom. sebagai Bendahara II.

    Tim Pembimbing terdiri atas Drs. H. Badri Hasun, M.M., Drs. H. Syarif Hidayatullah, Drs. H. Hikmatullah Jamud, M.Si., H. Ardawi Muhsin, Lc., dan Dr. H. Isomudin, S.H., M.Pd.

    Ketua MCI Kota Cilegon, H. Arie Poernomo, mengatakan amanah yang diterimanya merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara bersama-sama. Menurutnya, membina mualaf tidak cukup hanya mengantarkan seseorang mengucapkan syahadat, tetapi juga memastikan mereka memperoleh pendampingan keagamaan secara berkelanjutan.

    "Ini adalah amanah yang sangat besar. Membina mualaf bukan pekerjaan yang mudah. Karena itu saya memohon dukungan dari para pembimbing, penanggung jawab, dan seluruh pengurus agar bersama-sama membina saudara-saudara kita, memberikan pemahaman mana yang halal dan mana yang haram. Saya tidak bisa berjalan sendiri," ujar Arie.

    Ia menjelaskan, program pertama yang akan dijalankan adalah melakukan kunjungan ke rumah-rumah para mualaf melalui kegiatan silaturahmi dan pengajian. Program tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan sekaligus mengajak para mualaf mengikuti pembinaan secara rutin.

    Sementara itu, Ketua Baznas Kota Cilegon, H. Fajri Ali, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan MCI Kota Cilegon. Menurutnya, mualaf merupakan salah satu golongan penerima zakat (asnaf) yang berhak memperoleh perhatian melalui program pembinaan dan pemberdayaan.

    "Selama ini penyaluran zakat lebih banyak kepada fakir dan miskin, sedangkan asnaf mualaf belum banyak tersentuh. Dengan adanya MCI, kami siap berkolaborasi dalam berbagai program pembinaan dan pemberdayaan mualaf agar mereka semakin mantap dalam menjalankan ajaran Islam," katanya.

    Fajri menambahkan, kolaborasi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui dukungan program pemberdayaan, tetapi juga melalui sinergi kelembagaan. Hal itu tercermin dari keterlibatan jajaran pengurus Baznas dalam struktur kepengurusan MCI, termasuk Ketua Baznas Kota Cilegon yang dipercaya menjadi Penasehat bersama Ketua Umum MUI Kota Cilegon.

    Di kesempatan yang sama, Tim Pembimbing MCI sekaligus Ketua I MUI Kota Cilegon, Drs. H. Badri Hasun, M.M., berharap kepengurusan yang baru mampu menghadirkan pembinaan yang lebih terarah dan berkesinambungan. Menurutnya, para mualaf perlu mendapatkan penguatan akidah sekaligus dukungan ekonomi agar mampu hidup mandiri.

    "Saya berharap mualaf jangan sampai lemah iman dan lemah ekonomi. Banyak mualaf yang telah berhasil di berbagai bidang. Ke depan mereka dapat dihadirkan untuk berbagi pengalaman, memberikan motivasi, bahkan membantu para mualaf agar memiliki usaha yang mandiri. Mudah-mudahan MUI, MCI, dan Baznas dapat terus bersinergi bersama para pengusaha mualaf untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat," ungkapnya.

    Dengan terbentuknya kepengurusan baru tersebut, MCI MUI Kota Cilegon akan memulai sejumlah program pembinaan, di antaranya kunjungan ke rumah-rumah para mualaf, pengajian rutin, pendampingan keagamaan, serta penguatan pemberdayaan ekonomi melalui sinergi bersama Baznas Kota Cilegon.

    (Hendra/Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini