MATACYBER.COM | SERANG – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektronika Politeknik PGRI Banten, Pujiono (NIM 2520200001), berhasil mengembangkan inovasi bertajuk Sistem Monitoring dan Kendali Terpusat yang Terintegrasi Building Automation System (BAS) Berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi tersebut menjadi solusi teknologi untuk mendukung pengelolaan gedung yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi.
Sistem yang dikembangkan memungkinkan berbagai perangkat gedung, seperti pencahayaan, pendingin ruangan (AC), konsumsi energi listrik, sistem keamanan, hingga sensor lingkungan dipantau dan dikendalikan secara terpusat melalui jaringan internet. Dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT), seluruh perangkat dapat saling terhubung dan berkomunikasi secara real time sehingga memudahkan pengelolaan operasional gedung.
Melalui dashboard berbasis web, pengguna dapat memantau kondisi perangkat secara langsung, mengendalikan peralatan dari jarak jauh, menerima notifikasi apabila terjadi gangguan, serta mengatur sistem secara otomatis berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sensor.
Selain berfungsi sebagai sistem monitoring, aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur otomatisasi (automation). Lampu dapat menyala atau mati sesuai intensitas cahaya, pendingin ruangan mampu menyesuaikan suhu berdasarkan kondisi ruangan, sementara penggunaan energi listrik dapat dipantau untuk meningkatkan efisiensi konsumsi energi.
Integrasi dengan Building Automation System (BAS) menjadi salah satu keunggulan utama inovasi tersebut. Seluruh subsistem gedung dapat dikelola melalui satu platform terpusat sehingga mendukung implementasi konsep Smart Building yang kini semakin dibutuhkan di berbagai sektor, seperti perguruan tinggi, perkantoran, rumah sakit, hotel, hingga kawasan industri.
Inovasi tersebut dipresentasikan dalam sidang akademik dan mendapat apresiasi dari tim dosen penguji Politeknik PGRI Banten, yakni Zaenal Arifin dan Gurruh. Keduanya memberikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan sistem agar memiliki nilai inovasi yang lebih tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk teknologi yang dapat diterapkan di dunia industri.
Direktur Politeknik PGRI Banten mengapresiasi capaian mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan inovasi berbasis teknologi sesuai kebutuhan industri di era transformasi digital.
"Kami sangat mengapresiasi semangat inovasi yang ditunjukkan mahasiswa. Pengembangan Sistem Monitoring dan Kendali Terpusat yang terintegrasi Building Automation System berbasis IoT ini merupakan bukti bahwa mahasiswa Politeknik PGRI Banten mampu menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan industri serta mendukung pengembangan konsep Smart Building," ujarnya. Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, pengembangan sistem tersebut merupakan implementasi dari metode pembelajaran Project Based Learning (PBL) yang diterapkan di Politeknik PGRI Banten. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong menghasilkan produk inovatif yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Ke depan, sistem ini direncanakan terus dikembangkan dengan menambahkan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI), seperti analisis konsumsi energi, predictive maintenance, deteksi gangguan secara otomatis, integrasi aplikasi mobile, hingga sistem keamanan berbasis pengenalan wajah (face recognition).
Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional gedung sekaligus mendukung implementasi Smart Campus dan Smart Building yang berkelanjutan.
Melalui inovasi ini, Politeknik PGRI Banten kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi yang mendorong lahirnya inovasi teknologi, mencetak lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan industri, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi digital di Indonesia. (*/Red)





