Peluncuran program yang berlangsung di Aula Dinas Sosial Kota Cilegon ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Banten, perwakilan Pemerintah Kota Cilegon melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ketua BAZNAS Kota Cilegon, H. Fajri Ali, menyampaikan bahwa terdapat lima program unggulan yang diluncurkan, yakni Gerobak Produktif, BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), Depot Isi Ulang Air Minum, Pertanian BAZNAS, dan Peternakan BAZNAS.
“Hari ini kita meluncurkan kurang lebih lima program. Ada BMM, kemudian 50 gerobak produktif, peternakan, pertanian, dan juga depot air. Total anggarannya kurang lebih Rp560 juta,” ungkap Fajri Ali.
Ia berharap, seluruh program tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para mustahik yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf hidup.
Fajri Ali juga memohon doa serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar BAZNAS Kota Cilegon senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah pengelolaan dana umat.
“Kami dari BAZNAS memohon doa dari Bapak dan Ibu sekalian, semoga kami senantiasa dijaga oleh Yang Maha Kuasa dalam menjalankan amanah ini. Kami berharap sinergi dengan semua pihak terus terjalin dan mohon dukungannya,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Cilegon Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Ustaz Habibi, dalam laporannya memaparkan sasaran penerima manfaat beserta alokasi anggaran dari masing-masing program.
Program Gerobak Produktif menyasar 50 mustahik yang tersebar di 43 kelurahan dengan alokasi anggaran sebesar Rp210 juta. Selanjutnya, Program Depot Isi Ulang Air Minum dialokasikan sebesar Rp200 juta untuk delapan mustahik di delapan kecamatan.
Adapun Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) mendapatkan alokasi anggaran Rp70 juta untuk dua masjid. Sementara itu, Program Pertanian BAZNAS dan Peternakan BAZNAS masing-masing memperoleh anggaran sebesar Rp40 juta untuk satu kelompok penerima manfaat.
Habibi menjelaskan, program pendayagunaan tersebut dirancang untuk membantu pengembangan usaha produktif sekaligus membuka kesempatan bagi para mustahik agar mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
“Melalui program pendayagunaan ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha dan mendorong kemandirian ekonomi para mustahik,” ungkapnya.
Melalui peluncuran lima program tersebut, BAZNAS Kota Cilegon berharap dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak hanya dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga dapat menjadi modal pemberdayaan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Dengan dukungan dan sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, serta berbagai pihak, program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memperkuat kemandirian ekonomi mustahik di Kota Cilegon.





