MATACYBER.COM | CILEGON – Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Cilegon, Kecamatan Cilegon memiliki program inovasi yakni Siaga Sehati.
Siaga Sehati merupakan akronim dari Kolaborasi Layanan Program Kesehatan Anak Ibu Terintegriasi.
Inovator Program Siaga Sehati pada UPTD Puskesmas Cilegon Irfa Rofiatul Millah mengatakan, program Siaga Sehati yang membedakan dengan Puskesmas lain yakni di Puskesmas Cilegon saling terkoordinasi dan terintegrasi.
“Sasarannya ibu hamil dan balita. Mulai tahun 2025, di Posyandu kan banyak sasarannya, terdiri promotor Kesehatan, gizi, program ibu, program anak, dokter umum, dokter gigi. Kita roadshow ke 42 posyandu binaan UPTD Puskesmas Cilegon, kita menjangkau semua posyandu di sana dan memetakan masalah,” kata Irfa, pekan lalu.
Irfa menjelaskan, tujuan utama program menekan angka stunting, bayi berat lahir rendah (BBLR), kematian bayi dan gizi buruk pada balita.
“2025 itu, angka real ada 83 anak (stunting), sekitar 23 persen dari jumlah anak di Kecamatan Cilegon. Kalau BBLR target nasional 3 persen, tahun 2025 ada 28 anak di Kecamatan Cilegon. BBLR itu bayi lahir dibawah 2,5 kilogram,” paparnya.
Kata Irfa, melalui program SIAGA SEHATI, dari database yang ada, intervensi yang dilakukan yaitu diketahuinya titik-titik anak stunting atau BBLR, dan itu jadi lokus pembinaan Puskesmas Cilegon.
“Minimal, (bayi stunting dan BBLR) dapat pelayanan Kesehatan, bisa akses posyandu dan memiliki BPJS Kesehatan, Kunjungan ke 42 Posyandu dalam setahun terkunjungi semua,” tuturnya.
Irfa menerangkan, saat kegiatan posyandu, pihaknya membagikan saluran Whatsapp yang bisa melayani konseling secara realtime.
“Whatsapp yang kami bagikan ke warga bisa untuk konsultasi apa pun, terkait Kesehatan anak, gizi ibu hamil dan sebagainya, dan ternyata efektif,” paparnya.
Bahkan, kata Irfa, warga cukup antusias dengan layanan Whatsapp.
“Kami kan ke promosi Kesehatan, tetapi kalau ada terkait urgensi, nanti kita arahkan ke UGD, misal ada tanya soal KB, kita arahin ke orang yang menangani masalah KB di Puskesmas Cilegon, tugas kita bermanfaat untuk mereka,” tuturnya.
Irfa menambahkan, permasalahan yang banyak disampaikan warga, seperti balita susah makan, atau air susu ibu yang susah keluar.
“Ada yang tanya jadwal pelayanan di Puskesmas, dan sebagainya,” tutupnya. (*/Red)





