• Jelajahi

    Copyright © Matacyber.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan tampilan atas postingan

    Iklan

    HUT ke-65 Pramuka, Wawali Cilegon Tekankan Pentingnya Karakter dan Kemandirian

    Redaksi_Matacyber
    Rabu, 26 Agustus 2026
    masukkan script iklan disini



    MATACYBER.COM | CILEGON – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka di Kota Cilegon menjadi momentum untuk memperkuat kembali pendidikan karakter generasi muda. Pramuka dinilai tidak sekadar kegiatan berkemah, tetapi menjadi wadah membentuk disiplin, kemandirian hingga tanggung jawab.

    Pesan itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Cilegon sekaligus Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, saat menjadi pembina upacara HUT ke-65 Gerakan Pramuka di Alun-Alun Kota Cilegon, Senin (24/8/2026).

    Fajar hadir mewakili Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Cilegon, Robinsar. Dia mengatakan usia 65 tahun harus menjadi momentum bagi Gerakan Pramuka untuk semakin memperkuat nilai-nilai kepramukaan.

    "Gerakan Pramuka itu adalah pembentukan karakter. Kalau adik-adik merasa capek membuat tenda, bayangkan lima, 10 atau 15 tahun yang akan datang. Adik-adik akan membangun masa depan, bukan hanya masa depan diri sendiri, tetapi juga masa depan bangsa," kata Fajar.

    Menurut Fajar, Gerakan Pramuka harus tetap menjaga jati dirinya sebagai organisasi pendidikan nonformal. Namun, nilai-nilai kepramukaan juga harus mampu menjawab tantangan dan perubahan zaman.

    Dia menyebut nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, gotong royong, kepedulian dan kemampuan bekerja sama harus terus ditanamkan kepada generasi muda.

    Fajar juga mengapresiasi anggota Pramuka yang mampu menghafalkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 hingga Dasa Dharma Pramuka.

    Namun, dia mengingatkan agar kemampuan tersebut tidak berhenti pada hafalan.

    "Nilai-nilai itu harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Tidak banyak ASN yang hafal. Ini semestinya menjadi catatan sekaligus kunci bagi kita semua," ujarnya.

    Dia juga mengajak para pembina, guru, orang tua dan seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan kepramukaan untuk terus membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda.

    Menurutnya, proses belajar merupakan hubungan dua arah. Generasi muda tidak hanya belajar dari generasi yang lebih tua, tetapi juga dapat memberikan perspektif baru sesuai perkembangan zaman.

    "Hari ini kita belajar. Bukan hanya yang muda belajar dari yang tua, tetapi kita juga belajar dari calon penerus generasi bangsa," katanya.

    Fajar kemudian menyinggung pentingnya peran Pramuka dalam mendukung agenda strategis, salah satunya ketahanan pangan.

    Dia menilai semangat berkreasi, berinovasi, terampil dan mandiri yang menjadi bagian dari semangat HUT ke-65 Gerakan Pramuka relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

    Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal kemampuan bercocok tanam. Ada nilai kerja keras, kedisiplinan, produktivitas dan kemandirian yang dapat ditanamkan sejak dini.

    "Melalui pendidikan Pramuka, kami berupaya menumbuhkan budaya produktif, rasa cinta terhadap pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna serta semangat kewirausahaan sejak usia muda," tuturnya.

    Dia berharap Pramuka tetap menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

    Mulai dari disiplin saat mengikuti kegiatan, bertanggung jawab ketika mendapat tugas, mampu bekerja sama ketika menghadapi persoalan, hingga mandiri dalam menyelesaikan tantangan.

    "Jaga adab dan etika," pesan Fajar.

    Peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka di Kota Cilegon pun diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menyiapkan generasi muda yang memiliki karakter kuat, mandiri dan siap melanjutkan estafet pembangunan bangsa. (Hendra/red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini